Nasi Balap Puyung Selokan Mataram Yogyakarta

By Rurintana, 16/02/2016

Nasi balap puyung, pernah mendengar nama makanan itu? Jika belum, anda mungkin masuk dalam katagori ‘kurang piknik’ . Nasi balap puyung merupakan salah satu makanan khas dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lombok Tengah lebih tepatnya. Kenapa dinamakan nasi balap puyung? Dahulu pada tahun 1970an, ada seorang wanita bernama Inaq Esun yang membuat makanan khas berisi Nasi putih, ayam pelecingan, ayam kering dan kacang kedele. Pertama kali Inaq Esun menjualnya di Pasar Kebon Roek (Mataram) dengan sistem barter, yaitu menukar makanan ciptaan Inaq Esun dengan kebutuhan lainnya. Salah satu cucu Inaq Esun yang merupakan pembalap lokal sering memenangi perlombaan balap. Setiap menang dia mentraktir teman-temannya untuk makan di warung kecil milik neneknya. Puyung adalah nama desa dimana pertama kalinya nasi balap ini dijajakan. Pada tahun 1990an barulah dinamakan nasi balap puyung. Dengan sedikit gubahan, kurang lebih begitulah cerita yang saya dapat dari blog Noe Electric.

Penjual nasi balap puyung

Penjual nasi balap puyung selokan mataram Yogyakarta

Nasi balap puyung, makanan ini adalah menu yang sengaja dipilih untuk ‘menina-bobokan’ cacing di perut saya pagi setengah siang kemarin. Bahasa gaulnya, brunch. Nasi balap puyung ini dijajakan di selokan mataram Yogyakarta. Dari perempatan OB (outlet biru) Jalan Wakhid Hasyim ke barat sedikit, sebelah utara asrama UII. Jangan mencari bangunan warung atau rumah makan ya! Nasi balap ini di jual di bawah tenda sementara. Itu lho, tenda yang biasa buat booth kredit motor. Nasi balap puyung ala-ala streetfood. Usut punya usut, nasi balap puyung mulai beroperasi dari pukul 8 pagi sampai habis.

Nasi Balap Puyung; nasi, ayam suwir, kering kentang dan kedele goreng

Nasi Balap Puyung; nasi, ayam suwir, kering kentang dan kedele goreng

Dengan Rp 8000, saya sudah mendapat satu porsi nasi balap puyung. Satu porsi nasi balap puyung ini terdiri dari nasi, dua sendok makan ayam suwir dan kering kentang serta satu sendok kacang kedele. Cukup untuk mengganjal perut barang dua atau tiga jam. Porsi yang tidak cukup memuaskan bagi saya. Berbicara mengenai rasa, nasi balap puyung ini mencitrakan rasa pedas dengan hint sedikit asin dipadukan dengan gurihnya kedele goreng. Bagi anda pecinta masakan pedas, mungkin nasi balap puyung ini ‘kurang nendang’ pedasnya. Masih kalah pedas dengan lagu sambaladonya Ayu Tingting. Entah bagaimana pedasnya jika dibandingkan dengan nasi balap puyung yang asli puyung. Yang cukup unik bagi saya adalah bentuk pengemasan nasi balap ini kalau di bawa pulang. Nasi balap puyung dikemas menggunakan kertas minyak dan dibentuk seperti kerucut. Mirip bentuk eskrim conello. Si penjual ini hanya menjual satu menu, nasi balap puyung. Tanpa minuman, sekalipun hanya sekedar air mineral. Bagi anda yang ingin makan di tempat sambil melihat kendaran yang sliweran di selokan mataram, saya sangat menyarankan untuk membawa minum sendiri.

Recomended? Sejujurnya saya masih ragu untuk merekomendasikannya untuk anda. Rasa dan porsi dibanding harganya saya rasa kurang ‘mathuk’, kurang pas. Pasalnya untuk harga yang sama, saya bisa mendapat makanan yang lebih mengenyangkan. Nasi ayam di olive fried chicken misalnya. Bagaimana dengan nasi balap puyung di daerah anda?

Incoming search terms:

  • nasi balap
  • nasi balap di jogja
  • nasi balap jogja
  • nasi balap puyung jogja
  • nasi
  • nasi balab enak dijogja
  • nasi balap enak jogja
  • nasi balap puyung selokan mataran
  • nasi balap selokan mataram

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *